Posts

Showing posts from November, 2018

Bersyukur dengan apa yang kita miliki

Image
Terima Kasih Matt Kecil Oleh  Maria Felicia , Surakarta Aku bekerja sebagai seorang pengajar. Suatu kali, dalam sebuah jadwal les di sore hari aku mendapatkan suatu pengalaman yang mengajariku tentang bersyukur dan tersenyum. Cerita pengalaman ini kudapat dari interaksiku dengan Matt, seorang murid les sekaligus teman kecilku yang manis. “Miss,” demikian Matt memanggilku. “Aku mau  poop ,” katanya sambil memandangku dengan tatapan aneh. “Hah? Kamu mau  poop ?” Aku menjawabnya sembari ternganga. Aku tidak mau menolong Matt melakukan buang air besar di tempatku. Jadi aku berusaha menghindarinya. “Ditahan bentar ya Matt. Bentar lagi selesai, pulang deh. Nanti kamu  poop -nya di rumah saja.” “Ya, miss,” jawab Matt. Aku tidak tahu apakah itu jawaban pasrah atau taat. Tapi, sesaat kemudian Matt memandangiku lagi dengan tatapan yang semakin memelas. Matt berusia empat tahun. Tatapan itu memberitahuku bahwa Matt sudah tidak tahan lagi. Mau tak mau aku harus ...

Integritas Dalam Bisnis Kristen

Image
INTEGRITAS DALAM BISNIS KRISTEN Sebagai orang Kristen, kita tidak boleh mengatur tindakan kita dengan standar dunia. Di segala zaman umat Tuhan berbeda dari dunia sama seperti pengakuan mereka adalah lebih tinggi daripada pengakuan orang yang tidak mengenal Tuhan. Uang bukan dosa, tetapi “cinta akan uang“ adalah akar dari segala kejahatan (1 Timotius 6: 10). Hasrat akan keuntungan adalah hawa nafsu yang sedang merajalela. Jika kekayaan tidak dapat diperoleh melalui kejujuran, manusia berusaha memperolehnya dengan cara menipu. Semuanya ini dilakukan agar orang kaya boleh mendukung keroyalan mereka, atau memanjakan hasrat mereka untuk menimbun kekayaan. “Dunia sedang merampok Allah dengan rencana besar-besaran. Makin banyak Allah memberikan kekayaan, makin gigih manusia mengakui harta itu sebagai ‘milik mereka sendiri’ dan digunakan sesuai dengan keinginan mereka. Tetapi apakah orang-orang yang mengaku pengikut-pengikut Kristus mengikuti kebiasaan adat dunia? Apakah kita akan ...

Di tengah patah hati hebat yang kualami Tuhan memulihkanku

Image
Di tengah patah hati hebat yang kualami Tuhan memulihkanku Oleh  Lidia , Jakarta Di bulan Maret 2010, aku pertama kali berpacaran dengan seorang pria. Dia adalah teman sekelasku di bangku kuliah. Dia tumbuh baik di keluarga Kristen dan kupikir karena kami adalah pasangan yang seiman, maka kami pasti mampu menghadapi badai apapun di depan kami. Jadi, saat itu aku pun berpikir kalau pacarku itu kelak akan menjadi calon suamiku. Namun, pada tahun 2010, aku dinyatakan memiliki tumor di kedua payudaraku. Waktu itu usiaku masih 20 tahun dan kenyataan ini membuatku sangat sedih. Aku bertanya-tanya mengapa aku harus mengalami penyakit ini di saat aku bahkan belum lulus kuliah. Aku menceritakan pergumulan ini dengan terbuka kepada pacarku. Dia mengatakan kalau dia menerima kondisiku. Namun, beberapa hari sebelum aku menjalani operasi pengangkatan tumor, pacarku meneleponku. Dia berkata kalau dia menceritakan keadaanku kepada ibunya, tapi ibunya merespons dengan meminta dia untu...

3 Hal yang Kupikirkan Sebelum Memposting di Media Sosial

Image
3 Hal yang Kupikirkan Sebelum Memposting di Media Sosial Info Oleh  Michelle Lai , Singapura  Artikel asli dalam bahasa Inggris:  Would Jesus Like Your Post On Social Media? Kalau Tuhan memiliki akun di media sosial, apakah Dia akan menyukai postingan yang kamu buat? Dulu aku adalah orang yang selalu memposting foto ke Instagram setiap hari. Di bawah foto itu aku menuliskan caption untuk memberitahu para followers-ku tentang apa yang kurasakan saat itu. Aku memposting cerita refleksi diri yang sedih, cerita lucu, dan bahkan kemarahan. Itulah caraku untuk mengekspresikan diriku, juga mengatasi kebosanan dan kesepianku. Aku bisa “bicara” kepada para followers-ku tanpa harus benar-benar berdiskusi atau bertemu langsung dengan mereka. Namun, kemudian aku belajar satu kenyataan yang keras, bahwa meskipun kita punya kebebasan untuk mengekspresikan diri, kita juga seharusnya bertanggung jawab atas apa yang kita ekspresikan atau unggah di ruang publik. Aku telah be...

Menjadi Pemimpin di Kelompok Kecil, Cara Tuhan Mengubahkan Hidupku

Image
Menjadi Pemimpin di Kelompok Kecil, Cara Tuhan Mengubahkan Hidupku Oleh  Yuki Deli Azzolla Malau , Jakarta Sewaktu duduk di bangku kuliah di kota Pekanbaru, aku mengikuti pembinaan dalam sebuah kelompok kecil yang diselenggarakan oleh Komunikasi Mahasiswa Kristen (KMK) di kampusku. Awalnya aku tidak pernah terpikir untuk ikut kegiatan ini. Keadaan ekonomi keluargaku yang sedang sulit membuatku ingin segera lulus dan mendapat nilai terbaik. Aku tidak ingin ikut kegiatan yang kupikir dapat mengganggu aktivitas studiku. Aku sudah mengenal Kristus sejak SMP dan aku juga berjemaat di sebuah gereja. Hal ini jugalah yang menjadi alasan lain mengapa aku enggan mengikuti kelompok kecil dari KMK tersebut. Tapi, kakakku menasihatiku. Dia ingin aku berada di lingkungan Kristen yang baik, karena aku tinggal merantau di kota lain. Lalu, teman-temanku pun banyak yang mengajakku, hingga akhirnya aku mengiyakan ajakan mereka dan ikut dalam kelompok kecil. Kami sepakat untuk rutin berte...

Di Tengah Kekhawatiranku, Tuhan Memberikan Kedamaian

Image
Di Tengah Kekhawatiranku, Tuhan Memberikan Kedamaian Oleh  Calvin Woo , Malaysia  Artikel asli dalam bahasa Inggris:  God Met Me In The Midst Of My Anxieties Apa yang harus kulakukan setelah lulus kuliah nanti? Pekerjaan apa yang harus aku lamar? Haruskah aku memulai usahaku sendiri? Haruskah aku melanjutkan studiku? Apakah sekarang waktu yang tepat untuk berpacaran? Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah pertanyaan biasa yang kita semua pasti pernah pertanyakan di suatu fase dalam hidup kita. Tapi, karena alasan yang aku sendiri tidak mengetahuinya, pertanyaan-pertanyaan itu sangat membuatku merasa terganggu hingga mempengaruhi kesehatan mental, fisik, dan emosiku. Kala itu hidupku sedang berada di persimpangan jalan dan aku mencoba mengambil keputusan. Tapi, aku merasa sangat khawatir dan cemas tentang masa depanku hingga hatiku pun rasanya tidak karuan. Aku merasa tidak berdaya karena aku tidak dapat mengendalikan seluruh aspek kehidupanku, dan aku pun mula...

Ayah di Tempat Dokter Gigi

Image
Matius 26:36-39 26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” 26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, 26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. —Matius 26:39 Saya tak mengira akan menerima pelajaran yang mendalam tentang hati Allah Bapa di tempat praktek dokter gigi. Saya ada di sana bersam...